dragon

Sabtu, 02 April 2011

BREAT

ini cerita karangan ku yg bkal bwat kalian lbh imajinatif...langsung saja di baca ceritanya


PENCARIAN JATI DIRICHAPTER I

Pada padang gersang yang membakar kulit tanda zaman mulai menunjukkan pergantian menuju kengerian dunia. Musim panas berlangsung sekitar tujuh ratus tahun tanpa sedikitpun menunjukkan tanda-tanda akan adanya kemakmuran pada negeri tersebut. Peristiwa ini bermula ketika dewa perang di langit dikalahkan oleh Korgon penguasa dunia kegelapan. Sebenarnya Korgon pernah disegel oleh dewa perang sebelumnya, setelah 3 generasi dalam dunia dewa, Korgon berhasil keluar dengan memanfaatkan sifat kejahatan manusia. Saat manusia semakin tidak percaya adanya dewa semakin kuat pula kekuatan Korgon, tetapi bila sifat manusia percaya akan keberadaan dewa, malah Korgon tidak berkurang kekuatannya dan tetap kuat. Karena itu Korgon dapat keluar dengan menghancurkan segel yang dibuat dewa perang sebelumnya. Dengan kelurnya Korgon ini mengakibatkan pecahnya lapisan dunia manusia dengan dunia setan dan dunia dewa.

Dengan kemampuan Korgon, Dewa Perang berhasil dikalahkannya. Dalam kekalahan dewa perang mengakibatkan Korgon menguasai tiga dimensi tersebut. Pada saat dewa perang terjatuh tak berdaya dia terlempar ke dunia manusia. Jatuhnya dewa perang ini mengakibatkan benua terbelah menjadi 2. Hal itu menarik perhatian seorang budak muda. Dia menghampiri dan mencari tempat ledakan. Di tempat ledakan, dia menemui dewa perang yang sedang sekarat. Pada saat-saat terakhir dewa itu memuntahkan benda bercahaya dan memintah budak itu untuk menelannya. Dengan perasaan bingung dan penasaran budak itu menuruti kemauan dewa perang. Dewa perang bilang ”dengan itu kamu akan menjadi penerusku untuk menyegel bahkan membunuh Korgon”. Setelah itu dewa perang meninggal, mayatnya menjadi cahaya putih bening lalu menghilang. Budak itu pulang dengan perasaan bingung. Sesampainya di rumah, tuannya memukulinya tapi malah tuannya yang merasakan sakit. Budak itu malah bingung dan dia mencoba memukulkan tangannya kelantai, malah lantai itu berserakan hancur tak karuan. Tuannya ketakutan dan menyuruhnya untuk pergi. Budak itu bertanya ”bila saya pergi setidaknya beri saya nama sebagai orang merdeka” tuannya menjawab ”namamu sekarang adalah Breat, pergilah dan jangan kembali lagi”. Breat pergi dan bertanya-tanya pada dirinya sendiri ”Siapa Korgon? Siapa orang sekarat itu? Apa yang saya telan? Mengapa banyak hal-hal aneh pada diriku”.

Ditengah padang pasir Breat menemukan sesosok petapa sakti yang dapat menghilang dan meramal masa lalu, masa sekarang dan masa depan. Petapa itu bermaksud menjahili Breat tapi Breat dapat melihatnya dan Bahkan dapat menandingi kecepatannya. Petapa itu bingung dan bertanya ”mengapa kamu dapat melihatku saat aku menggunakan jurus Impossible? Dan mengapa kamu dapat menandingi kecepatanku padahal saya meminum Speedrun? Breat menjawab “saya tidak tahu, tiba-tiba saja saya seperti ini”. Petapa itu mengajak Breat ke gua tempatnya bertapa. Dengan kecepatan dahsyat mereka menuju gua tersebut. Sesampainya, petapa menawarkan keahliannya meramal orang ”hai pemuda apa kau mau kuramal?” Breat terdiam, ”tak apa biasanya saya meminta 7 ribu Zenny untuk sekali ramal, tapi untuk kamu saya beri gratis karena dilihat dari pakaian dan wajahmu kamu bukan orang yang punya uang sebanyak itu” kata petapa itu. Setelah bercakap-cakap, Breat diramal oleh petapa itu. Dengan wajah yang kaget petapa itu bersujud dan meminta maaf pada Breat. Breat bingung dan berkata ”ada apa? Mengapa tuan minta maaf padaku dan bersujud padaku?”. Petapa berkata ”ada dua hal, yang pertama jangan panggil aku tuan. Dan yang kedua ketehuilah bahwa kamu adalah calon dewa perang”. Breat bercerita hal yang pernah ia alami saat benua terbelah dan bertanya ”siapa Korgon itu?”. Dengan panjang lebar petapa menjelaskan semua hal yang membuat Breat bingung tadinya. Setelah lama becakap-cakap mereka berdua berpisah. Sebelum Breat berangkat, petapa menyarankan agar Breat mencari 3 makhluk berhati suci untuk jadi pasukan Breat. Patapa tidak menyebutkan apa dan dimana makhluk tersebut.



bersambung dulu ya...aku akan posting scara tahap...slahkan dkoment

Senin, 21 Juni 2010

article

Krian Metropolis

Krian is city that has many kind cultures. If we see from culture, we will find just several kinds. It Because Krian is small area. It is about 300 villages. Be sides that, Krian’s people are from same history. Long time ago, Krian was some place that calm and beauty. At that time krian still had many trees and we could stay there with enjoyable. Krian still had fresh air. Even ambience in Krian is like mountain. But now, policy had been everywhere. Some Krian’s people say “Krian at long time ago colder and more fun”. He added “longer and longer Krian is more and more hot and unhealthy” that opinion is enough for evidence that Krian more fun in long time ago than now.

Krian has changed to become some place which developed. Krian develop with very fast. About half century, Krian already has many things. It begins from facility until inhabitant’s style. That facility is almost like in Sidoarjo city, even Surabaya city. We can know it after we look there by self. After I asked to my friends from the other place about Krian, he said “is not it really that Krian city? As I know, I think Krian is city like Sidoarjo or Surabaya”. My friends think that Krian is city because Krian very complete place and has many facility. And also, Krian is very crowded. Krian can crowded cause middle of big cities. And mostly if transports go to other city, it will pass from Krian. It is reason why Krian is develop in fast and to become Metropolis place.

Jumat, 28 Mei 2010

Bob Marley's History

People

Bob Marley

The Bob Marley’s history

Bob Marley

Bob Marley was a hero figure, in the classic mythological sense. His departure from this planet came at a point when his vision of One World, One Love -- inspired by his belief in Rastafari (Reggae style) was beginning to be heard and felt. The last Bob Marley and the Wailers tour in 1980 attracted the largest audiences at that time for any musical act in Europe. Bob's story is that of an archetype, which is why it continues to have such a powerful and ever-growing resonance: it embodies political repression, metaphysical and artistic insights, gangland warfare and various periods of mystical wilderness. And his audience continues to widen: to westerners Bob's apocalyptic truths prove inspirational and life-changing; in the Third World his impact goes much further. Not just among Jamaicans, but also the Hopi Indians of New Mexico and the Maoris of New Zealand, in Indonesia and India, and especially in those parts of West Africa from which slaves were plucked and taken to the New World, Bob is seen as a redeemer figure returning to lead this.

In the clear Jamaican sunlight you can pick out the component parts of which the myth of Bob Marley is comprised: the sadness, the love, the understanding, the God given talent. Those are facts. And although it is sometimes said that there are no facts in Jamaica, there is one more thing of which we can be certain: Bob Marley never wrote a bad song. He left behind the most remarkable body of recorded work. "The reservoir of music he has left behind is like an encyclopedia," says Judy Mowatt of the I-Threes. "When you need to refer to a certain situation or crisis, there will always be a Bob Marley song that will relate to it. Bob was a musical prophet." The tiny Third World country of Jamaica has produced an artist who has transcended all categories, classes, and creeds through a combination of innate modesty and profound wisdom. Bob Marley, the Natural Mystic, may yet prove to be the most significant musical artist of the twentieth century.